BIARKAN KAMI BERSAMA

July 4th, 2008 by mobitrek

Ingin murka rasanya, enak sekali mereka memisahkan aku dan Derryl hanya karna aku hidup dari uang tunjangan yg mereka berikan. memangnya siapa mereka. Dgn alasan aku tak pny pghasilan yg mrk anggap layak tuk hidupi anakku lalu mereka rampas anakku dan menjebloskannya ke panti asuhan. memang mrk pkr disana lbh layak drpd dipelukan seorang ibu. Negera mcm apa ini? Malam ini aku membulatkan tekad untuk merebut anak ku kmbli. Aku akan membawanya ke tempat dimana aku dan Derryl bisa hidup bersama tanpa ada yg menghakimi layak atau tdk hdp kami. Aku siap mengambil resiko apapun untuk dapat mengasuh anakku sendiri. Aku sdh memikirkan semuanya, mempersiapkan sgla sesuatu yg dibutuhkan. Beberapa hari ini aku sdh mengawasi panti tempat Derryl dititipkan. Aku menarik nafas panjang dan menghempaskannya keras seakan ingin melenyapkan bayangan di benakku. kejadian dua hari lalu saat pihak perlindungan anak menyatakan bhw anakku akan diambil dan dirawt oleh negara krn aku dianggap tak layak dan mampu merawat anakku sendiri. Umur Derryl msh 7th, iya msh bth aku. Tangan kecilnya menggapai gapai ke arahku, "Ibuuu…toloong aku, bu…jangan biarkan mrk membw kuu…" teriaknya dgn airmata bercucuran. Aku sendiri tak berdaya krn mrk jg memegangi tgn ku. "Derryl…." aku berusaha membebaskan diri dr cengkraman mrk. "ku mohon, pak…jgn ambil anakkuuu…" kataku memohon pd mrk, tp mrk tak menghiraukan malah mempererat cengkramanya. Di negara ini, teman, jk kau tak pny penghasilan yg layak dan mendaftarkan diri ke Dinas sosial maka negara akan memberikan mu tunjangan miskin, kupon makan, dan tmpat tinggal atau rmh singgah. Enak? Kelihatannya begitu, tp jgn kaget, dgn tunjangan itu, berarti kau mempersilahkan hidupmu dicampur-tangani oleh pemerintah. Kupon mkn berarti berebut mkn seperti ayam berebut saat petani menaburkan jagung, dan rumah singgah berarti tidur dgn sekelompok penjahat, pemerkosa dan preman serta gelandangan. Aku tak sudi untuk semua itu. karna itu, inilah saat yg tepat untuk memutuskan hub dgn negara ini. Aku akan membawa Derryl kabur. Dgn sisa uang yg ada dan sdkit pakaian yg tersisa aku mengemudikan mobil pick up buruk peninggalan almarhum suamiku menuju tempat yg sdh ku sepakati dgn Derryl. Hujan turun rintik2, jalanan sepi dan lengang. Aku merasa situasi ini mendukungku. (by asa at mobitrek.com)

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.